Suatu Ormas Terduga Yang Melakukan Penikaman Polisi di Sumut

Agen Poker Tercepat –┬áDua anggota kepolisi yang sedang bertugas, piket menjaga Markas Polda Sumatera Utara telah menjadi menjadi korban kejahatan oleh dua orang terduga teroris.

Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu) Martua Singgalingging, gugur akibat terkena luka pada leher. Pelaku menggorok leher Sigalingging sekitar pukul 03.00 WIB, dikabarkan ketika ia tertidur di pos Yanma Polda Sumut. Kejadian ini berselang 3-4 jam menjelang Idul Fitri 1438 Hijriah. Agen Poker Tercepat.

Kaporli Jendral Tito Karnavian mendapat suatu laporan penikaman yang terjadi pada anggota Podal Sumatra Utara adalah Ormas atau Kelompook Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

“Kejadian seperti ini memang sudah mensiyalir ada sel dari kelompok JAD unjar Tito usai menghadiri halalbihalal di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Tito mengatakan, bahnya aparat seharusnya sudah bisa mensinyalir akan adanya akticitas dari kelompok atau ormas tersebut. Agen Poker Tercepat.

indoplaypoker

“Dari kelompok JAD yang punya intelijen, dan punya niat untuk melakukan serangan di sana. Makanya minggu lalu ada tiga orang ditangkap, dua minggu lalu,” ucap Tito.

Saat ini, ucap Tito, pihaknya tengah mendalami tindak pidana dan melakukan pengembangan lebih lanjut.

“Satu orang meninggal, satu orang lagi terluka tapi masih hidup. Sekarang kami lagi kembangkan,” kata Tito.

Diberitakan sebelumnya, dua terduga teroris melompat pagar, kemudian melakukan penyerangan terhadap Aiptu Martua Sigalingging yang sedang beristirahat di pos penjagaan Mapolda Sumut.

Penyerangan dengan cara penusukan itu membuat Aiptu Martua meninggal dunia.

Dan pada saat penangkapan terlihat lambang ISIS menempel di dinding depan rumah tersebut. Lambang berwarna hitam itu menempel di dekat jendela rumah.

Polisi juga telah menggeledah rumah tersebut. Sebelumnya, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan istri dan anak SP dibawa polisi untuk diperiksa.

Polri akan membekali personel, yang tugasnya rawan serangan teroris, dengan senjata. Polri juga akan memanfaatkan kekuatan intelijen untuk mengantisipasi serangan teror.